Sales 1Sales 2Sales 3Sales 4
Artikel/Apakah Work Life Integration Bisa Dicapai?
28 Juli 2021 pukul 02.37

Apakah Work Life Integration Bisa Dicapai?

gambarArtikel alifindo mitra bersama

Menurut penelitian dari CBDistillery (2020), Covid 19 membuat 56% orang merasa lebih stress dengan pekerjaan saat work from home dan 7 dari 10 orang merasa sulit mengatur antara kehidupan personal dan profesional. Itulah yang terjadi jika batas antara kehidupan personal dan profesional semakin memudar dan tidak dikendalikan dengan baik. Padahal sebenarnya kehidupan dan pekerjaan bisa hidup berdampingan loh, hal ini disebut “Work-Life Integration”.


Work-Life Integration memiliki arti sinergi antara urusan personal dan profesional. Ungkapan ini menggantikan istilah Work-Life Balance yang menurut Haas Berkeley Edu, terkesan terdapat kompetisi antara 2 elemen yakni “work” dan “ life”.

Lalu, bagaimana caranya menerapkan work life integration?

Berikut 6 tahap yang dikurasikan dari beberapa hasil penelitian dan artikel terkait*.
  

Tahap ini dapat disingkat menjadi : RE-MO-T PA-SI-R

  

1. (Re)fleksi dan analisis

  • Apakah cara kamu sudah berhasil?
  • Kapan waktu terbaik untuk produktif?
  • Apa hal yang membuat kamu stres?

  

2. Perhatikan e(mo)si

  • Apakah kamu bahagia dengan apa yang kamu
    lakukan?
  • Apa yang kamu lakukan untuk cas diri
    sendiri?
  • Bagaimana cara membuatmu tenang?

  

3. Tulis (t)arget yang ingin dicapai

  • Dalam 3 tahun lagi, kamu akan seperti apa?
  • Apa yang harus kamu lakukan dalam 3 bulan
    ke depan agar targetmu tercapai?
  • Apakah rencana itu dapat dikerjakan dalam
    24 jam?

  

4. Buat (P)riorit(a)s

  • Apa hal yang paling penting untuk
    diselesaikan?
  • Apa hal yang bisa kamu selesaikan dalam 5
    menit?
  • Apakah kamu sudah prioritaskan kesehatan
    mental dan fisikmu?

  

5.Ciptakan (si)stem sendiri

  • Atur jadwal istirahat
  • Atur jadwal menjalankan peran sebagai keluarga/teman/kerja
  • Kelola fleksibilitas dan batasan selama
    jam kerja dan diluar jam kerja

  

6. Terapkan pe(r)ubahan

  • Terapkan perubahan kecil secara berkala
  • Tulis "checklist" agar lebih
    sadar akan pencapaian kecil
  • Rutin evaluasi perubahan pada periode
    tertentu

  

Ingatlah bahwa work-life integration bukanlah sebuah pencapaian, namun siklus yang akan menjadi gaya hidup. Work Life Integration yang sejati tidak hanya membantu membuat pemasukan tanpa stres, namun juga menciptakan ruang,waktu dan energi untuk pengembangan karir dan kesehatan serta kesejahteraan sebagai manusia.

  

Selamat mencoba!

  

Sumber :

- BBC 2021 (https://www.bbc.com/worklife/article/20210302-why-work-life-balance-is-not-an-achievement)

- CBDistillery 2020.
(https://www.thecbdistillery.com/work-from-home-burnout)

- Haas Berkeley Edu (haas.berkeley.edu/human-resources/work-life-integration/)

- Forbes 2021 (https://www.forbes.com/sites/ashiraprossack1/2021/02/25/how-to-stay-focused-while-working-from-home/?sh=bc7f3a41f710)

- Forbes 2016 (https://www.forbes.com/sites/rachelritlop/2016/12/18/work-life-balance-vs-work-life-integration-is-there-really-a-difference/?sh=12e5bbdc3727)

- Forbes 2014 (forbes.com/sites/danschawbel/2014/01/21/work-life-integration-the-new-norm/?sh=766d2585f291)