
Menurut penelitian dari CBDistillery (2020), Covid 19 membuat 56% orang merasa lebih stress dengan pekerjaan saat work from home dan 7 dari 10 orang merasa sulit mengatur antara kehidupan personal dan profesional. Itulah yang terjadi jika batas antara kehidupan personal dan profesional semakin memudar dan tidak dikendalikan dengan baik. Padahal sebenarnya kehidupan dan pekerjaan bisa hidup berdampingan loh, hal ini disebut “Work-Life Integration”.
Work-Life Integration memiliki arti sinergi antara urusan personal dan profesional. Ungkapan ini menggantikan istilah Work-Life Balance yang menurut Haas Berkeley Edu, terkesan terdapat kompetisi antara 2 elemen yakni “work” dan “ life”.
Lalu, bagaimana caranya menerapkan work life integration?
Berikut 6 tahap yang dikurasikan dari beberapa hasil penelitian dan artikel terkait*.
Tahap ini dapat disingkat menjadi : RE-MO-T PA-SI-R
1. (Re)fleksi dan analisis
2. Perhatikan e(mo)si
3. Tulis (t)arget yang ingin dicapai
4. Buat (P)riorit(a)s
5.Ciptakan (si)stem sendiri
6. Terapkan pe(r)ubahan
Ingatlah bahwa work-life integration bukanlah sebuah pencapaian, namun siklus yang akan menjadi gaya hidup. Work Life Integration yang sejati tidak hanya membantu membuat pemasukan tanpa stres, namun juga menciptakan ruang,waktu dan energi untuk pengembangan karir dan kesehatan serta kesejahteraan sebagai manusia.
Selamat mencoba!
Sumber :
- BBC 2021 (https://www.bbc.com/worklife/article/20210302-why-work-life-balance-is-not-an-achievement)
- CBDistillery 2020.
(https://www.thecbdistillery.com/work-from-home-burnout)
- Haas Berkeley Edu (haas.berkeley.edu/human-resources/work-life-integration/)
- Forbes 2021 (https://www.forbes.com/sites/ashiraprossack1/2021/02/25/how-to-stay-focused-while-working-from-home/?sh=bc7f3a41f710)
- Forbes 2016 (https://www.forbes.com/sites/rachelritlop/2016/12/18/work-life-balance-vs-work-life-integration-is-there-really-a-difference/?sh=12e5bbdc3727)
- Forbes 2014 (forbes.com/sites/danschawbel/2014/01/21/work-life-integration-the-new-norm/?sh=766d2585f291)